Buroko – Wakil Bupati (Wabup) Deddy Abdul Hamid mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Komponen Cadangan (Komcad) dan Komponen Pendukung (Komduk) pertahanan negara yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenko Polhukam RI).
Acara penting ini digelar di Buroko, sebagai bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memperkuat sistem pertahanan semesta berbasis peran aktif masyarakat dan pemerintah daerah.
Kegiatan Rakor ini dihadiri oleh unsur TNI, Polri, pemerintah pusat dan daerah, serta lembaga-lembaga strategis lainnya. Dalam forum tersebut, Wabup Deddy menyampaikan dukungan penuh terhadap penguatan Komcad dan Komduk, yang merupakan bagian vital dari sistem pertahanan negara secara menyeluruh.
“Komponen cadangan dan pendukung harus disiapkan secara matang, terorganisir, dan kolaboratif. Pemerintah daerah tentu siap memberikan kontribusi dalam bentuk pembinaan, edukasi, serta dukungan sumber daya,” ujar Deddy dalam sesi diskusi Rakor.
Peran Strategis Komcad dan Komduk dalam Sistem Pertahanan Semesta
Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, Komcad adalah warga negara yang disiapkan dan dilatih untuk memperkuat kekuatan TNI jika dibutuhkan dalam keadaan darurat. Sementara Komduk mencakup unsur pendukung seperti pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat sipil yang dapat memperkuat logistik, komunikasi, dan infrastruktur pendukung pertahanan.

Baca juga: LAFC Borong Son Heung-min dengan Bayar Rp425 Miliar, Rekor Baru MLS Tercipta
Rakor ini membahas sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah, termasuk strategi mobilisasi dan kesiapan personel serta sarana pendukung lainnya. Pemerintah daerah, termasuk Kabupaten yang diwakili Wabup Deddy, dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pembinaan Komcad melalui edukasi bela negara dan pelibatan generasi muda.
Wabup Deddy Dorong Kesiapan Generasi Muda dan Sinergi Lintas Sektor
Dalam paparannya, Wabup Deddy juga mendorong perlunya pelibatan generasi muda, pelajar, mahasiswa, hingga organisasi kemasyarakatan dalam program bela negara. Ia menilai, tantangan pertahanan saat ini bukan hanya dalam bentuk ancaman militer konvensional, tapi juga ancaman non-tradisional seperti cyber attack, disinformasi, dan krisis multidimensi.
“Pendidikan wawasan kebangsaan dan bela negara harus diperkuat di sekolah, kampus, hingga komunitas. Ini adalah investasi jangka panjang bagi ketahanan bangsa,” tambahnya.
Wabup juga mengajak lintas sektor—baik instansi pemerintah, swasta, hingga tokoh masyarakat—untuk turut serta aktif dalam mewujudkan ketahanan nasional yang kokoh berbasis kolaborasi.
Dukungan Kemenko Polhukam dan Harapan Daerah
Pihak Kemenko Polhukam dalam kegiatan tersebut menekankan bahwa penguatan Komcad dan Komduk bukan hanya agenda formal, melainkan bagian dari transformasi pertahanan nasional yang inklusif. Pemerintah daerah diharapkan menjadi mitra aktif dalam menyukseskan program-program strategis bela negara.
Dalam penutupan Rakor, disampaikan beberapa poin penting sebagai rekomendasi bersama, antara lain:
-
Perlunya regulasi daerah yang mendukung pelaksanaan program Komcad dan Komduk,
-
Peningkatan anggaran dan fasilitas pelatihan bela negara,
-
Pemetaan potensi SDM daerah yang dapat diberdayakan sebagai Komcad,
-
Penguatan edukasi kebangsaan dan wawasan pertahanan di kalangan generasi muda.
Kesimpulan
Kehadiran Wakil Bupati Deddy dalam Rakor penguatan Komcad dan Komduk menjadi wujud nyata komitmen daerah dalam mendukung pertahanan negara berbasis sistem pertahanan rakyat semesta. Dengan sinergi pusat dan daerah, serta partisipasi aktif masyarakat, Indonesia diharapkan mampu menghadapi segala bentuk ancaman dengan kekuatan nasional yang solid dan terorganisir.







