Dinkes Sangihe Pacu Daya Saing Pelaku UMKM dengan Bimtek Keamanan Pangan
News Buroko- Guna Tingkatkan kualitas dan keamanan produk pangan lokal, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, melalui Dinas Kesehatan Dinkes setempat, menyelenggarakan Bimbingan Teknis Bimtek Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik CPPOB. Kegiatan yang berlangsung di Tahuna Beach Hotel ini dihadiri dengan antusias oleh puluhan pelaku Industri Rumah Tangga Pangan IRTP dari berbagai penjuru kabupaten.

Baca Juga : PUPR Genjot Pembangunan Tahap Akhir Proyek Strategis MORR
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Melancthon H. Wolff
Dalam sambutannya yang inspiratif, beliau menekankan bahwa penerapan CPPOB bukan sekadar formalitas atau syarat administrasi semata, melainkan sebuah investasi untuk membangun kepercayaan dan nilai jual produk.
“Di era persaingan global seperti sekarang, konsumen semakin cerdas dan sangat memperhatikan asal-usul dan keamanan apa yang mereka konsumsi. Dengan menerapkan standar CPPOB, produk-produk olahan dari Sangihe tidak hanya aman dan bermutu tinggi, tetapi juga akan memiliki daya saing yang kuat, baik di pasar lokal maupun nasional. Ini adalah langkah strategis untuk memajukan perekonomian masyarakat sekaligus melindungi kesehatan bersama,” tegas Wolff.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Daerah, dr. Handry Pasandaran, bertindak sebagai pemateri utama
Dalam paparannya yang komprehensif, dr. Pasandaran menguraikan pentingnya menjaga rantai keamanan pangan sejak dari bahan baku hingga sampai ke tangan konsumen.
“Prinsip CPPOB adalah fondasi utama dalam memastikan bahwa setiap produk yang dihasilkan terbebas dari kontaminasi fisik, kimia, maupun biologis. Materi yang kami sampaikan hari ini sangat aplikatif, mencakup praktik higienitas tenaga pengolah, manajemen kebersihan tempat produksi, Tingkatkan penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) yang diizinkan dan sesuai takaran, serta teknik penyimpanan dan distribusi yang tepat untuk memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitas produk,” jelasnya.
Para peserta terlihat sangat aktif dan engagif selama sesi tanya jawab, menandakan tingginya minat mereka untuk mengembangkan usaha sekaligus menjamin keamanan produk mereka
Rangkaian kegiatan bimtek yang penuh dengan ilmu praktis ini kemudian ditutup secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah, Hengky Natingkaseh. Dalam penutupannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat para peserta dan berharap agar ilmu yang didapat dapat segera diimplementasikan.
“Harapan besar kami, setelah bimtek ini, tidak ada lagi yang namanya ‘alasan’ untuk tidak memproduksi pangan yang baik. Ilmu sudah diberikan, sekarang saatnya untuk beraksi. Kami berharap akan terjadi transformasi signifikan pada IRTP di Sangihe. Mari kita bersama-sama wujudkan produk pangan olahan Sangihe yang tidak hanya lezat, tetapi juga terjamin keamanannya, bermutu tinggi, dan semakin dipercaya oleh masyarakat luas, sehingga dapat mengerek pendapatan dan kesejahteraan pelaku usahanya,” pungkas Hengky penuh harap.
Dengan diselenggarakannya bimtek ini, Dinkes Sangihe menunjukkan komitmennya yang kuat dalam mendampingi pelaku UMKM untuk naik kelas, membranding produk lokal, dan yang terpenting, menjaga kesehatan masyarakat melalui jaminan keamanan pangan.







