, ,

Priscilla Cindy Wurangian Jalani Reses, Dekatkan Diri dengan Rakyat di Dapil Minut-Bitung

by -3349 Views

Reses DPRD Sulut: Cindy Wurangian Gelar ‘Tur Aspirasi’ di Minut-Bitung, Dengar Keluhan Langsung dari Warga

News Buroko- Dalam komitmennya untuk mendekatkan kursi parlemen dengan rakyat, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa Utara (Minut)-Bitung, Priscilla Cindy Wurangian, aktif menjalankan periode reses. Kegiatan ini bukan sekadar kewajiban formal, melainkan sebuah tur aspirasi untuk menyelami langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di akar rumput.

Priscilla Cindy Wurangian Jalani Reses, Dekatkan Diri dengan Rakyat di Dapil Minut-Bitung
Priscilla Cindy Wurangian Jalani Reses, Dekatkan Diri dengan Rakyat di Dapil Minut-Bitung

Baca Juga :  Anggota Linmas Tewas Ditebas Residivis Usai Menegur di Tomohon

Sebagai Ketua Fraksi Partai GOLKAR dan Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut, Priscilla Cindy menegaskan bahwa momen reses adalah jantung dari demokrasi representatif. Ini adalah waktu di mana para wakil rakyat turun gunung, meninggalkan ruang sidang untuk mendengarkan suara konstituennya secara langsung.

“Reses adalah mata dan telinga kami. Ini adalah momen paling penting untuk menjaring aspirasi secara langsung, yang nantinya akan menjadi bahan bakar utama dalam menyusun program pembangunan, merumuskan kebijakan, dan menentukan prioritas dalam penganggaran daerah (APBD). Tanpa mendengar langsung dari masyarakat, kebijakan kita bisa jadi jomplang,” tegas Cindy Wurangian

Segudang Harapan dari Lapangan

Dari kunjungannya di Dapil Minut-Bitung pada Reses II Masa Persidangan III ini, Cindy berhasil mengumpulkan beragam harapan dan keluhan masyarakat yang sangat berwarna. Aspirasi tersebut mencakup spektrum yang luas, mulai dari sektor ekonomi, sosial, hingga infrastruktur.

Di sektor pemberdayaan ekonomi, masyarakat banyak meminta Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) untuk menggerakkan roda perekonomian lokal. Jenis usahanya sangat beragam, mulai dari usaha tata boga dan katering, jasa pertukangan dan jahit, hingga penyewaan tenda untuk acara-acara adat dan keluarga.

Tidak ketinggalan, sektor agraris juga menyuarakan kebutuhannya. Para peternak memohon bantuan bibit ternak unggul untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.

Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur Jadi Sorotan

Di bidang pendidikan, banyak orang tua yang masih mengeluhkan biaya sekolah. Aspirasi yang masuk antara lain permintaan bantuan studi dan beasiswa, serta bantuan khusus bagi anak usia sekolah di tingkat SMP dan SMA untuk mencegah angka putus sekolah.

Persoalan infrastruktur juga menjadi perhatian serius. Warga mengeluhkan kondisi jalan pemukiman yang masih memprihatinkan dan meminta pembangunan tanggul penahan longsor, khususnya di area pemukiman padat penduduk seperti Girian, untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan mereka. Selain itu, perbaikan jalan provinsi yang menjadi urat nadi transportasi juga menjadi permintaan utama.

Isu kesehatan mendapat sorotan paling tajam. Masyarakat menyampaikan keluhan mengenai pelayanan BPJS Kesehatan yang dinilai belum optimal. Salah satu contohnya adalah aturan rawat inap yang dirasa tidak manusiawi.

“Seringkali pasien harus dirawat inap selama 5 hari, namun justru disuruh pulang terlebih dahulu. Masyarakat berharap pelayanan dan obat-obatan yang ditanggung BPJS bisa diberikan secara penuh (full) sesuai dengan hak mereka. Mereka ingin perlindungan kesehatan yang komprehensif, bukan setengah-setengah,” papar Cindy mengulang keluhan warga.

Tak Hanya Urusan Fisik, Seni dan Olahraga Jadi Perhatian

Menariknya, aspirasi yang diterima Cindy tidak hanya tentang kebutuhan material. Semangat anak muda dan pelestarian budaya juga mengemuka. Pemuda setempat meminta dukungan untuk kegiatan kepemudaan dan olahraga, seperti bantuan peralatan dan pembinaan.

Selain itu, para pegiat seni juga meminta perhatian dan bantuan untuk sanggar seni serta grup seni yang aktif melestarikan budaya lokal. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya memikirkan pembangunan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan pelestarian identitas budaya.

Jembatan Antara Rakyat dan Pemerintah

Bagi Cindy, semua aspirasi ini adalah peta jalan yang berharga. Ia menegaskan bahwa reses bukanlah kegiatan seremonial belaka, melainkan jembatan penghubung yang vital antara wakil rakyat dan konstituennya.

“Melalui dialog langsung ini, kami tidak hanya mendengar angka dan data, tetapi juga merasakan denyut nadi dan harapan masyarakat. Hubungan yang erat ini memastikan bahwa setiap kebijakan yang kami lahirkan di gedung dewan benar-benar berpihak pada kebutuhan riil dan mendesak di daerah. Suara dari Minut dan Bitung ini akan saya perjuangkan dan saya teruskan ke dalam setiap proses perumusan kebijakan dan anggaran di DPRD Sulut,” tutup Cindy dengan penuh keyakinan.

Kegiatan reses ini diharapkan dapat menghasilkan tindak lanjut konkret yang langsung menyentuh dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Minahasa Utara dan Bitung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.