Kasus Keracunan Massal di Tomohon: 79 Mahasiswa Terlapor, Koki Diperiksa Polisi
News Buroko- Kasus dugaan korban keracunan makanan yang menimpa mahasiswa di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, terus berkembang. Berdasarkan pembaruan data terbaru dari Kepolisian Resor (Polres) Tomohon, jumlah korban yang dilaporkan kini mencapai 79 orang mahasiswa, merevisi angka sebelumnya yang menyebut sekitar 100 orang.

Baca Juga : Rahasia Besar di Balik Biji Alpukat Bagian Paling Bergizi yang Selama Ini Kita Buang
Polisi telah bergerak cepat dengan memeriksa setidaknya 12 orang saksi untuk mengusut tuntas insiden ini
Di antara yang dimintai keterangan adalah Kepala Koki dan para staf dapur yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Tomohon, Iptu Royke Raymon Yafet Mantiri, menjelaskan bahwa jumlah korban masih bersifat dinamis. “Kemarin malam tercatat 68 korban, dan hingga siang tadi bertambah menjadi 79. Kami akan terus memperbarui datanya,” ujar Royke, Jumat.
Untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian atau kejahatan dalam peristiwa ini, polisi kini menunggu hasil uji laboratorium yang menjadi kunci utama penyelidikan. Sampel makanan yang diduga menjadi sumber masalah telah diamankan dan dibawa ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulut untuk dianalisis lebih lanjut.
“Berdasarkan hasil Labfor nanti, kami akan menggelar kasus ini. Kita akan melihat, apakah ada unsur tindak pidana di dalamnya. Setelah penyelidikan dan berdasarkan hasil gelar perkara, kita akan pastikan apakah ini merupakan peristiwa pidana atau bukan,” tegas Royke.
Korban Berasal dari Beberapa Asrama, Sumber Makanan Sama
Meskipun menimpa mahasiswa yang tinggal di beberapa asrama berbeda di lingkungan Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT)—seperti di area Kakaskasen dan Kaaten—sumber makanan yang mereka konsumsi berasal dari dapur pusat yang sama. Semua mahasiswa tersebut menyantap menu yang dimasak oleh koki yang sama pada siang dan malam hari, sebelum akhirnya mengalami gejala sakit perut dan muntah-muntah.
Korban Ditangani di Dua Rumah Sakit, Kondisi Mulai Membaik
Para korban saat ini mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bethesda Tomohon dan Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon. Kabar baiknya, kondisi sebagian besar korban mulai menunjukkan perbaikan. Sejumlah mahasiswa yang gejalanya ringan telah diperbolehkan pulang setelah diperiksa, sementara beberapa lainnya yang memerlukan perawatan lebih intensif masih tetap dirawat inap.
“Bahkan sampai pagi tadi masih ada yang baru datang untuk berobat. Namun, ada juga yang sudah dipulangkan. Ada yang hanya memeriksakan diri lalu langsung pulang,” jelas Royke.
Sebelumnya, seperti disampaikan Kasat Humas Polres Tomohon Iptu Musalino Patah, laporan awal menyebutkan sekitar 100 mahasiswa dirawat di RS Bethesda dengan gejala yang mengarah pada keracunan makanan.
Penyelidikan polisi masih terus berlanjut untuk menemukan titik terang dan penyebab pasti dari musibah ini, guna memastikan keadilan dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.







