HUT ke-76 Tiongkok, Presiden Xi Jinping Serukan Persatuan dan Kebangkitan Besar Bangsa
News Buroko- NewDalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-76 berdirinya Republik Rakyat China (RRC), Presiden Xi Jinping menyerukan pentingnya persatuan nasional dan semangat perjuangan untuk mewujudkan “kebangkitan besar bangsa Tiongkok”. Seruan tersebut disampaikan dalam pidato kenegaraan pada resepsi Hari Nasional yang berlangsung megah di Balai Agung Rakyat, Beijing, pada malam jelang peringatan Hari Nasional China.

Baca Juga : Unjuk Rasa Sopir Dump Truck Di Manado, Protes Antrean Panjang Solar Subsidi
Dihadiri oleh lebih dari 1.000 undangan dari berbagai elemen negara, pidato Xi Jinping menekankan bahwa perjalanan panjang selama 76 tahun sejak berdirinya RRC telah membuktikan kekuatan kolektif bangsa Tiongkok dalam menghadapi tantangan zaman.
“Mewujudkan kebangkitan besar bangsa Tiongkok adalah pencapaian agung yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Baik harapan maupun tantangan, semuanya mendorong kita untuk bekerja keras, tidak menyia-nyiakan waktu, dan terus melangkah maju tanpa lengah,” tegas Presiden Xi.
Panggung Merah, Tekad yang Membara
Balai Agung Rakyat malam itu dipenuhi simbol nasionalisme—latar panggung merah menyala, lambang negara menggantung megah, dan angka emas “1949–2025” menandai usia panjang RRC sejak pertama kali didirikan oleh Mao Zedong. Para pemimpin tinggi negara turut hadir, termasuk Perdana Menteri Li Qiang yang memimpin resepsi, Ketua Kongres Rakyat Nasional Zhao Leji, Ketua CPPCC Wang Huning, serta jajaran penting Partai Komunis China (PKC), militer, kepolisian, perwakilan etnis minoritas, serta para duta besar asing.
Suasana yang khidmat berpadu dengan semangat patriotisme yang kental. Presiden Xi menyampaikan bahwa selama 76 tahun terakhir, rakyat Tiongkok di bawah kepemimpinan PKC telah mengandalkan kekuatan sendiri, berjuang tanpa henti, dan menciptakan berbagai pencapaian monumental.
“Bangsa Tiongkok pernah nyaris hancur, namun mampu bangkit dari keterpurukan. Perjalanan menuju kebangkitan besar ini penuh penderitaan, tapi juga dipenuhi keberanian, semangat pantang menyerah, dan kemenangan,” ujarnya.
Membangun Masa Depan Berdasarkan Pelajaran Sejarah
Dalam pidatonya, Presiden Xi menekankan bahwa refleksi terhadap sejarah sangat penting untuk membangun masa depan yang lebih kuat. Ia mengingatkan bahwa perjuangan yang dirintis oleh para pemimpin revolusioner terdahulu tidak boleh sia-sia, dan harus diteruskan dengan kerja keras dan inovasi.
Sepanjang tahun 2025, meskipun menghadapi tantangan global dan domestik, China dinilai tetap menunjukkan ketangguhannya. Reformasi struktural terus dilakukan, pembangunan berkelanjutan didorong, kesejahteraan rakyat dijaga, dan disiplin internal Partai diperkuat.
Xi juga mengungkapkan bahwa pada bulan November mendatang, PKC akan menggelar Sidang Pleno Keempat Komite Sentral ke-20, yang akan membahas dan merumuskan arah pembangunan negara dalam Rencana Lima Tahun ke-15.
“Kita harus merancang dan melaksanakan strategi pembangunan dengan baik, agar mampu mencapai kemajuan penting dalam modernisasi sosialisme yang khas Tiongkok,” jelasnya.
Komitmen terhadap “Satu Negara, Dua Sistem” dan Kedaulatan Nasional
Presiden Xi menegaskan kembali dukungan penuh pemerintah pusat terhadap penerapan prinsip “Satu Negara, Dua Sistem” di wilayah Hong Kong dan Makau. Ia berharap kedua wilayah tersebut dapat berintegrasi lebih baik dalam pembangunan nasional dan turut meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.
Di sisi lain, Xi juga menekankan pentingnya menjaga kedaulatan nasional dalam menghadapi isu Taiwan. Ia menyuarakan penolakan keras terhadap gerakan separatis pro-kemerdekaan Taiwan dan campur tangan dari kekuatan asing.
“Kita harus menjaga konektivitas dan kerja sama lintas selat, menentang segala bentuk separatisme, serta membela keutuhan wilayah dan kedaulatan negara dengan tegas,” tandas Xi.
China dan Dunia: Bersama Membangun Masa Depan Global
Dalam konteks internasional, Xi menekankan peran aktif Tiongkok dalam mendorong nilai-nilai bersama umat manusia. Ia menyerukan kerja sama multilateral yang sejati serta pelaksanaan berbagai inisiatif global yang diusung China, seperti Inisiatif Pembangunan Global, Inisiatif Keamanan Global, dan Inisiatif Peradaban Global.
China, menurut Xi, siap membangun komunitas global dengan masa depan bersama yang damai, inklusif, dan saling menguntungkan.
Bersulang untuk Masa Depan
Acara resepsi ditutup dengan momen bersulang bersama seluruh tamu undangan, sebagai tanda syukur atas perjalanan panjang RRC selama 76 tahun, sekaligus sebagai doa dan harapan untuk masa depan yang lebih gemilang.
Sekilas Sejarah Hari Nasional Tiongkok
Hari Nasional China diperingati setiap 1 Oktober, merujuk pada momen bersejarah saat Mao Zedong memproklamasikan berdirinya Republik Rakyat China di Lapangan Tiananmen, Beijing, pada tahun 1949. Peristiwa itu menandai berakhirnya perang saudara dan lahirnya pemerintahan pusat yang baru di bawah Partai Komunis China.
Kebangkitan Melalui resolusi resmi yang disahkan pada 2 Desember 1949, 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Nasional, dan sejak tahun 2000, tanggal ini juga menandai dimulainya “Golden Week”—libur panjang nasional yang memungkinkan warga Tiongkok untuk berlibur, pulang kampung, atau melakukan perjalanan wisata.
Untuk tahun ini, Golden Week berlangsung dari 1 hingga 8 Oktober 2025, dengan aktivitas kantor dan industri dijadwalkan kembali normal mulai 9 Oktober. Periode ini menjadi waktu yang sangat dinantikan oleh rakyat Tiongkok, karena memungkinkan jutaan orang untuk berkumpul dengan keluarga dan merayakan semangat kebangsaan.







