Di Balik Layar Kekuasaan, Ini Peran Vital Asisten Khusus Presiden Prabowo
News Buroko- Presiden Joko Widodo secara resmi melantik dua orang kepercayaannya, Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar Saputra, sebagai Asisten Khusus Presiden dalam sebuah upacara di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu lalu. Pelantikan ini bukan sekadar formalitas, melainkan pengukuhan atas peran strategis yang telah mereka jalani selama ini di balik layar.

Baca Juga : Pesisir Tidore Yang Memprihatinkan Sampah Membanjiri Jalan Dan Drainase
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers usai acara, merinci dengan gambaran tugas-tugas inti dari kedua asisten tersebut. Menurut Pras, yang akrab disapa, kolaborasi antara Dirgayuza dan Agung merupakan pilar pendukung bagi Presiden dalam menghadapi kompleksitas pemerintahan.
Spesialisasi di Era Informasi
Kedua asisten ini dibagi berdasarkan bidang keahliannya untuk memastikan analisis yang mendalam dan tepat sasaran.
-
Dirgayuza Setiawan diangkat sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan. Ia menjadi ujung tombak dalam merumuskan narasi dan komunikasi strategis pemerintahan. Tugasnya mencakup menyusun pidato Presiden, memastikan setiap pesan kebijakan dapat disampaikan dengan jelas dan resonan kepada publik, serta menganalisis dampak dari berbagai kebijakan yang dikeluarkan.
-
Agung Gumilar Saputra menjabat sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Analisis Data Strategis. Dalam era yang digerakkan oleh data, peran Agung menjadi krusial. Ia bertanggung jawab untuk menyiapkan, mengolah, dan menganalisis data-data strategis dari berbagai sektor. Data inilah yang nantinya menjadi fondasi bagi Presiden Prabowo dalam mengambil keputusan-keputusan penting yang berbasis bukti (data-driven decision making).
Bukan Pendatang Baru, Melainkan Pengukuhan
Prasetyo Hadi menekankan bahwa pengangkatan ini bukanlah hal yang mengejutkan. “Sebenarnya selama ini baik Mas Yuza maupun Mas Agung sudah menjalankan tugas untuk membantu Bapak Presiden,” ujarnya. Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa keduanya telah menjadi bagian dari tim inti Prabowo bahkan sebelum pelantikan resmi.
“Tadi juga beliau menyampaikan bahwa mengangkat keduanya menjadi Asisten Khusus Presiden, ada di bidang analisa data dan kebijakan dan ada juga di bidang analisa kebijakan strategis,” tambah Pras. Ia juga menyatakan bahwa tidak ada pertimbangan khusus selain track record dan kontribusi nyata mereka berdua. “Untuk membantu kerja Bapak Presiden. Selama ini juga sudah mereka berdua yang membantu. Menyiapkan data, menyusun pidato Presiden,” jelasnya.
Dilantik Bersama Pejabat Strategis Lainnya
Pelantikan Dirgayuza dan Agung tidak berlangsung sendiri. Momentum ini dibagi dengan pengukuhan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya, yang menandakan dimulainya secara penuh struktur pemerintahan Prabowo-Gibran. Pejabat yang dilantik secara bersamaan antara lain:
-
Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus
-
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus
-
Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2025-2030
-
Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN)
-
Komite Eksekutif Badan Otonom Percepatan Pembangunan Papua
Pengangkatan kedua Asisten Khusus Presiden ini secara resmi didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 33/M Tahun 2025. Dengan struktur yang semakin solid, diharapkan kedua asisten ini dapat terus memberikan kontribusi maksimal dalam mendukung visi dan misi Presiden Prabowo untuk memajukan Indonesia.







